ASWAJA
Agama
islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw merupakan satu kesatuan yang utuh dari
tiga unsur, yaitu : iman, Islam, dan ihsan.ketiganya telah diterapkan dan
diamalkan oleh Rasulullah Saw beserta para sahabatnya secara serempak, terpadu
dan berkeseimbangan. Tidak ada yang lebih ditonjolkan dengan mengesampingkan
yang lainnya. Tidak ada yang dipertentangkan, karena sesungguhnya agama islam
itu bukan merupakan bahan pertentangan. Apabila terjadi hal yang kurang dapat dipahami, maka seluruh persoalan itu dikembakikan kepada rasullullah saw.
Setelah beliau wafat, bibit perselisihan di antara umat islam mulai
tampak. Mula-mula perselesihan para sahabat mengenai wafat tidaknya
Rasulullah Saw, dan dimana beliau dimakamkan, dan siapa yang layak menggantikan
beliau sebagai pemimpin umat islam. Namun, di antara ketiganya, yang berkembang
menjadi perselisihan yang menyebabkan timbulnya firqah-firqah di kalangan umat
islam adalah tentang “pengganti beliau sebagai pemimpin umat (khalifah)”.
Pada masa Rasulullah SAW. masih
hidup, istilah Aswaja sudah pernah ada tetapi tidak menunjuk pada kelompok
tertentu atau aliran tertentu. Yang dimaksud dengan Ahlussunah wal Jama’ah
adalah orang-orang Islam secara keseluruhan. Ada beberapa dalil Hadits yang dapat dijadikan dalil tentang paham Aswaja,
sebagai paham yang menyelamatkan umat dari kesesatan,
dan juga dapat dijadikan pedoman secara substantif. Di antarahadits-hadits ini adalah:
افْتَرَقَتْ
الْيَهُودُعَلَى إحْدَى وَسَبْعِينَ
فِرْقَةً وَافْتَرَقَتْ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِوَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَ
سَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً،كُلُّهُمْ فِي النَّارِ
إلَّا وَاحِدَةً. قَالُوا: مَنْ هم يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا
عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدوَالتِّرْمِذِيُّوَابْنُ مَاجَهْ
Dari AbiHurayrahra. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda,
“Terpecah umat Yahudi menjadi 71 golongan. Dan terpecah umat Nasrani menjadi 72
golongan. Dan akanterpecah umatku menjadi 73 golongan.
Semuanya masuk neraka kecuali satu. "Berkata para sahabat, “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Mereka adalah yang
mengikuti aku dan para sahabatku.” (HR. Abu Dawud, Turmudzi, dan Ibnu Majah)
Ahli sunnah wal jamaah
adalah suatu golongan yang menganut syariat islam yang berdasarkan pada
alqur`an dan al hadis .Jadi hadits inilah yang sering digunakan oleh
orang-orang NU sebagai salah satu dalil atau dasar tentang Ahlussunah wal Jamaah.
Pengertian Aswaja Secara Etimologi
Ahlisunnah wal jamaah (aswaja),
berasal dari kata, Ahlun : keluarga, golongan atau pengikut. Sunnah :
perkataan, amal perbuatan(pekerjaan), persetujuan, dan penetapan Nabi Muhammad
SAW.
Berarti Ahlussunnah mempunyai arti: orang – orang yang
mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Wal Jama’ah mempunyai arti
: Mayoritas ulama dan jama’ah umat Islam pengukut sunnah Rasul.
Dengan demikian secara etimologi Aswaja
berarti orang – orang atau mayoritas para ‘Ulama atau umat Islam yang mengikuti
sunnah Rasul dan para Sahabat atau para ‘Ulama.
Pengertian Aswaja secara Terminologi
Adapun terminologi Ahlussunnah
wal Jama'ah, bukan merujuk kepada pengertian bahasa (lughawi)
ataupun agama (syar'i), melainkan merujuk pada pengertian yang berlaku
dalam kelompok tertentu (urfi). Yaitu, ASWAJA adalah kelompok yang
konsisten menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. dan mentauladani para sahabat
Nabi dalam akidah (tauhîd), amaliah dan akhlaq.
Terminologi istilah Ahlussunnah wal Jama'ah
ini didasarkan pada sebuah hadits yang menyatakan bahwa hanya kelompok
inilah yang selamat dari 73 perpecahan kelompok umat nabi Muhammad SAW.
Demi Tuhan yang jiwa Muhammad ada dalam
genggamanNya, umatku akan bercerai-berai ke dalam 73 Golongan. Yang satu masuk
surga dan yang 72 masuk neraka”. Ditanyakan: ”Siapakah mereka (golongan yang
masuk surga) itu, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Mereka adalah
Ahlussunnah wal Jama’ah”. (HR. Thabrani)
Dari terminologi ASWAJA
seperti di atas, dapat dimengerti bahwa Ahlussunah wal Jama‘ah merupakan
istilah yang terbangun melalui nalar ‘urfi, untuk mencirikan umat Muslim
sebagai representasi dari sawâd al'a’dham (kelompok mayoritas) ketika kondisi
perpecahan paham merajalela dan dirasa perlu merapatkan barisan dan menyepakati
sebuah identititas, sebagai upaya membedakan antara yang haq dan bathil, antara
mereka yang teguh mengikuti sunnah dan yang menyimpang dengan berbagai macam
bid’ah.
KESIMPULAN
Setelah
di uraikan pada makalah tersebut dapat disimpulkan bahwa: aswaja atau
ahlussunnah wal jamaah adalah suatu
golongan yang menganut pada syariat islam yang berdasarkan pada al qur`an dan
al hadis dan menggunakan ijtihad sebagai solusi yang terakhir, adapun ijtihad
yang digunakan adalah ijtihad agama, ijtihad hukum, ijtihad tassawuf, ijtihad
hukum dan bernegara.
DAFTAR PUSTAKA
Harits Muhammad Abdul bin Ibrahim A-Salafy
Al-jazary. Mengenal Kaedah Dasar Ilmu Hadits (Penjelasan Mandhumah
Al-Baiquniyah), Alih Bahasa: Abu Hudzaifah. Maktabah Al-Ghuroba,Cet.Ke-1,
September 2006.
KH. Husin Muhammad, Memahami
Sejarah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Yang toleran dan Anti Ekstrim (ed), dalam
Imam Baehaqi (ed) , Kontroversi ASWAJA, LkiS, Yogyakarta, 1999,
0 Komentar